LANGITJAMBI, BATANGHARI_ Kehidupan tidak selalu mengajarkan kita melalui kebahagiaan. Kadang, pelajaran paling berharga justru datang dari kehilangan, kekecewaan, pengkhianatan, kegagalan, dan keadaan yang memaksa kita untuk berdiri sendirian.
Di awal perjalanan, kita mungkin merasa semua harus dilawan. Setiap perkataan harus dijawab, setiap tuduhan harus dibantah, dan setiap orang harus tahu siapa diri kita sebenarnya. Namun semakin jauh berjalan, kita mulai memahami bahwa hidup tidak selalu membutuhkan penjelasan.
Ada saatnya kita memilih diam bukan karena kalah, tetapi karena sudah memahami bahwa tidak semua perdebatan layak dimenangkan.
Tenang adalah ilmu yang mahal. Ia tidak datang hanya karena bertambahnya usia, tetapi karena seseorang telah melewati cukup banyak hal hingga mampu membedakan mana yang harus diperjuangkan dan mana yang harus dilepaskan.
Tenang bukan berarti tidak memiliki masalah. Tenang adalah ketika masalah datang, tetapi kita tidak kehilangan akal. Ketika dihina, kita tidak kehilangan harga diri. Ketika disakiti, kita tidak berubah menjadi orang yang sama buruknya dengan mereka yang menyakiti kita.
Kehidupan juga mengajarkan bahwa tidak semua orang akan memahami perjalanan kita. Ada yang hanya melihat hasil tanpa mengetahui perjuangan. Ada yang menilai langkah kita tanpa pernah merasakan beratnya jalan yang kita tempuh.
Maka jangan terlalu sibuk menjelaskan diri kepada semua orang. Biarkan waktu yang berbicara. Biarkan proses yang membuktikan. Karena sesuatu yang benar tidak selalu membutuhkan suara yang keras untuk terlihat.
Pada akhirnya, kita akan sampai pada sebuah titik ketika kebahagiaan bukan lagi tentang memiliki semuanya, tetapi tentang mampu menerima apa yang ada tanpa kehilangan rasa syukur.
Karena pada akhirnya, kemenangan terbesar dalam kehidupan bukan ketika kita berhasil mengalahkan orang lain, melainkan ketika kita berhasil mengalahkan ego, amarah, ketakutan, dan kegelisahan yang ada di dalam diri sendiri.***
Penulis: Gusti Dian Saputra
