LANGITJAMBI, JAMBI— Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (DPP GRIB) Jaya, H. Zulfikar, menyoroti kondisi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jambi.
Zulfikar menyampaikan hal itu saat ditemui wartawan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Jumat (11/9/2026), ketika hendak kembali ke Jakarta.
Ia mengatakan, kunjungannya ke Jambi merupakan bagian dari agenda organisasi, khususnya untuk melakukan konsolidasi dengan kader GRIB Jaya di daerah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Menurut Zulfikar, sejumlah aspirasi yang diterimanya berkaitan dengan persoalan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, serta berbagai persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Saya melakukan kunjungan ke kader-kader GRIB Jaya di Provinsi Jambi, khususnya DPD Provinsi Jambi. Kami melakukan konsolidasi sekaligus menyerap dan mendengarkan aspirasi masyarakat,” ujar Zulfikar.
Dari hasil pertemuan dan informasi yang dikumpulkan, Zulfikar mengaku melihat adanya persoalan yang menurutnya perlu ditelusuri lebih jauh.
Ia menyoroti kondisi sejumlah fasilitas dan bangunan di Kota Jambi yang dinilainya kurang terawat serta adanya bangunan yang disebut mangkrak.
“Menurut saya, Provinsi Jambi ini terjadi sesuatu yang sangat miris. Kita lihat Kota Jambi terlihat tidak maju, stuck. Tidak ada perubahan yang signifikan,” katanya.
Zulfikar kemudian mempertanyakan kondisi tersebut dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki Provinsi Jambi.
Menurut dia, Jambi memiliki berbagai sumber daya alam, mulai dari batu bara, minyak, hingga emas. Namun, menurutnya, kekayaan tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam tingkat kesejahteraan masyarakat.
“Jambi ini alamnya sangat kaya dengan hasil tambang, batu bara, minyak, emas, dan lain sebagainya. Namun, alih-alih masyarakat Jambi sejahtera, yang terlihat justru jauh dari kata sejahtera,” ujarnya.
Klaim Temukan Indikasi Penyimpangan
Lebih lanjut, Zulfikar menyebut pihaknya tengah mendalami sejumlah informasi yang diterima dari kader dan masyarakat.
Ia menyampaikan adanya dugaan praktik kolusi, nepotisme, dan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan di Jambi. Namun, ia menegaskan dugaan tersebut masih dalam tahap pendalaman dan belum merupakan kesimpulan hukum.
“Kami sedang mendalami dugaan-dugaan tersebut. Semua data yang kami dapat sudah saya bawa ke Jakarta untuk dipelajari lebih lanjut,” kata Zulfikar.
Menurut dia, apabila setelah dilakukan pendalaman ditemukan indikasi kuat yang disertai bukti, DPP GRIB Jaya akan mempertimbangkan membawa persoalan tersebut kepada lembaga penegak hukum dan lembaga negara terkait.
“Kami akan mempelajari ini dengan sangat hati-hati dan mendalam. Jika indikasinya kuat dan bukti-buktinya ada, kami akan membawa masalah ini ke KPK. Kami juga akan membuat laporan kepada DPR RI, Presiden, dan kementerian terkait,” ujarnya.
Zulfikar juga menyinggung dugaan keterkaitan sejumlah pihak dalam persoalan yang sedang mereka dalami. Namun, ia tidak merinci siapa saja pihak yang dimaksud maupun bukti yang mendasari dugaan tersebut.
GRIB Jaya Dorong DPRD Jambi Bentuk Pansus
Dalam kesempatan itu, Zulfikar juga menyinggung langkah yang telah dilakukan pengurus GRIB Jaya Provinsi Jambi.
Menurut dia, pengurus daerah telah menyampaikan aspirasi melalui mekanisme yang dinilai konstitusional, termasuk berkirim surat kepada DPRD Provinsi Jambi.
Ia berharap DPRD Provinsi Jambi dapat merespons aspirasi tersebut melalui forum resmi, termasuk kemungkinan rapat dengar pendapat (RDP) maupun pembentukan panitia khusus (pansus) apabila dinilai diperlukan.
“Teman-teman sudah mengikuti tahapan-tahapan normatif, artinya dilakukan dengan cara-cara yang sesuai aturan secara konstitusional. Setelah bersurat kepada DPRD Provinsi Jambi, kami berharap segera direspons,” katanya.
Zulfikar mengatakan, apabila aspirasi tersebut tidak mendapat respons, DPP GRIB Jaya akan melanjutkan perjuangan melalui dua jalur, yakni tetap melakukan pengawalan di Jambi dan menyampaikan persoalan tersebut di tingkat pusat.
“Kalau tidak direspons, DPP akan memastikan perjuangan dilakukan dua arah. Di Provinsi Jambi tetap berjuang, dan di pusat, di Jakarta, kami juga akan berjuang,” ujarnya.
Minta Masyarakat Kawal Persoalan
Zulfikar juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan elemen daerah yang menurutnya telah menyampaikan aspirasi secara tertib.
Ia meminta masyarakat Jambi terus mengawal berbagai persoalan daerah melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum.
“Saya meminta seluruh masyarakat Jambi memberikan dukungan dan doa kepada teman-teman yang sedang memperjuangkan hak-hak masyarakat untuk menjadi sejahtera,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemerintahan agar tidak menganggap persoalan yang dipersoalkan masyarakat sebagai sesuatu yang tidak mungkin dibuka atau diperiksa.
“Kepada seluruh pihak di Provinsi Jambi, saya mengingatkan agar berhati-hati dan jangan sombong. Jangan merasa tidak mungkin ada yang bisa membongkar praktik-praktik yang tidak benar,” ujar Zulfikar.
Zulfikar menegaskan, GRIB Jaya akan terus mengawal aspirasi masyarakat Jambi dari tingkat daerah hingga pusat.
Ia juga menyampaikan salam dari Ketua Umum DPP GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, kepada masyarakat Jambi.
“Selaku Sekjen DPP GRIB Jaya dan salam dari Ketua Umum kami, Bapak Haji Hercules, kami akan memperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak masyarakat Jambi. Insyaallah kami akan berjuang dari pusat sampai berhasil,” katanya.
Catatan Redaksi: Seluruh dugaan penyimpangan, kolusi, nepotisme, maupun korupsi yang disampaikan dalam berita ini merupakan pernyataan dan klaim H. Zulfikar yang masih memerlukan verifikasi serta pembuktian dari pihak berwenang. Redaksi tidak menyimpulkan bahwa dugaan tersebut telah terbukti. Pihak-pihak yang disebut atau berkaitan dengan tudingan tersebut tetap memiliki hak jawab sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.
