LANGITJAMBI, Muara Bungo,_ 4 September 2026, Kesejahteraan pekerja dan keluarganya merupakan tujuan dari setiap perlindungan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan senantiasa hadir dalam setiap perjalanan pekerja, mulai dari saat bekerja ketika menghadapi risiko hingga saat mereka berusaha bangkit dan melanjutkan kehidupan.
Semangat tersebut turut dibawa BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Bungo dalam memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) Tahun 2026
Bukan sekadar seremoni, Harpelnas menjadi momentum bagi seluruh jajaran BPJS Ketenagakerjaan untuk hadir lebih dekat dengan peserta, mendengar kebutuhan mereka secara langsung, serta memastikan pelayanan dan perlindungan diberikan secara optimal.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Bungo, Ahmad Bisyri, mengatakan momentum Harpelnas menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk semakin mendekatkan diri kepada peserta sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik.
Harpelnas bukan hanya tentang bagaimana kami memberikan pelayanan di kantor, tetapi bagaimana kami hadir lebih dekat dengan peserta, mendengar kebutuhan mereka dan memastikan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan benar-benar dirasakan”. Ujar Ahmad Bisyri.
Menurut Ahmad Bisyri jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya ketika menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan pekerjaan.
Salah satu gambaran nyata pentingnya perlindungan tersebut terlihat dari pengalaman seorang pekerja di Muara Bungo yang mengalami kecelakaan kerja saat sedang beristirahat.
Saat itu, pekerja tersebut tengah beristirahat di bawah truk. Namun, kondisi berubah menjadi musibah ketika kendaraan tersebut bergerak dan pekerja tersebut terlindas truk.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa risiko kecelakaan kerja dapat terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, bahkan ketika seorang pekerja sedang mengambil waktu untuk beristirahat.
Dalam kondisi seperti ini, keberadaan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi sangat penting. Perlindungan yang dimiliki peserta dapat memberikan dukungan ketika pekerja menghadapi risiko kecelakaan kerja, sehingga pekerja dan keluarganya tidak harus menghadapi beban tersebut seorang diri.
“Kisah seperti ini mengingatkan kita bahwa risiko pekerjaan tidak selalu bisa diprediksi. Karena itu, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting. Ketika risiko terjadi, kami ingin memastikan pekerja mendapatkan hak dan manfaat sesuai ketentuan, sehingga mereka bisa fokus pada proses pemulihan dan kembali melanjutkan kehidupannya”. Kata Ahmad Bisyri
Namun bagi BPJS Ketenagakerjaan, kehadiran tersebut tidak lantas berhenti ketika manfaat telah diberikan.
Ada kehidupan yang harus dilanjutkan, ada keluarga yang perlu kembali berdiri, dan ada pekerja maupun ahli waris yang membutuhkan dukungan untuk kembali berdaya setelah menghadapi masa sulit.
Semangat inilah yang sejalan dengan konsep Value Beyond Protection yang terus didorong BPJS Ketenagakerjaan.
Melalui prinsip 3M — Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan perlindungan yang diberikan tidak hanya menjadi jaring pengaman ketika risiko terjadi, tetapi juga mampu memberikan nilai yang lebih luas bagi kehidupan peserta dan keluarganya.
– Melayanidengan hadir lebih dekat, mendengar kebutuhan peserta, dan memberikan layanan yang cepat, tepat serta sesuai kebutuhan.
– Melindungi, dengan terus memperluas cakupan kepesertaan dan memberikan edukasi mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya kepada pekerja yang hingga saat ini belum terlindungi.
– Memberdayakan**, dilakukan dengan memastikan peserta maupun ahli waris penerima manfaat memiliki kesempatan untuk bangkit dan membangun kembali sumber penghidupan yang berkelanjutan, salah satunya melalui program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA).
Ahmad menegaskan, keberadaan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir ketika pekerja mengalami risiko, tetapi juga berupaya mendampingi peserta agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.
“Kami ingin manfaat yang diterima peserta tidak berhenti pada saat manfaat tersebut dibayarkan. Ketika seorang pekerja atau ahli waris menghadapi masa sulit, kami berharap mereka dapat kembali bangkit, mandiri dan berdaya. Inilah semangat Value Beyond Protection yang terus kami dorong”. Tutur Ahmad Bisyri
Momentum Harpelnas 2026 juga menjadi kesempatan bagi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Bungo untuk terus memperkuat edukasi mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat.
Hal tersebut menjadi semakin penting mengingat masih terdapat pekerja, khususnya pekerja informal, yang menjalankan aktivitas sehari-hari dengan berbagai risiko namun belum memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menurut Ahmad, perlindungan bukan hanya menjadi kebutuhan pekerja formal. Pekerja informal seperti pedagang, petani, nelayan, pengemudi, pekerja harian lepas, dan berbagai profesi lainnya juga menghadapi risiko dalam menjalankan aktivitasnya.
“Siapa pun pekerjanya, apa pun pekerjaannya, risiko tetap ada. Karena itu, kami mengajak seluruh pekerja di Muara Bungo untuk memastikan dirinya telah terlindungi. Jangan menunggu risiko terjadi baru menyadari pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan”. Ungkap Ahmad Bisyri
Melalui momentum Hari Pelanggan Nasional 2026 BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Bungo kembali menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik, memperluas perlindungan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi pekerja dan keluarganya.
Bagi BPJS Ketenagakerjaan, perlindungan bukanlah akhir.
Perlindungan merupakan awal dari sebuah komitmen untuk terus **hadir, melayani, melindungi, dan memberdayakan**.
“Selamat Hari Pelanggan Nasional 2026 kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan. Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami. BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Bungo akan terus berupaya hadir lebih dekat, memberikan pelayanan terbaik, memperluas perlindungan, dan menghadirkan manfaat yang memberikan dampak nyata bagi pekerja dan keluarganya”. Tutup Ahmad Bisyri
Penulis ; Daniel
