BPK Kemenbud Gelar Pameran Seni Budaya Bertajuk “Ziarah Svarnadvipa”

- Penulis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LANGITJAMBI,  JAMBI_ Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar pameran seni dan budaya bertajuk “Ziarah Suvarnadvipa” pada Sabtu, 6 Desember 2025, di Museum Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi.

Kegiatan berlangsung pukul 10.00 hingga 11.00 WIB dan menjadi ruang kontemplatif bagi masyarakat untuk kembali menyelami jejak peradaban kuno Nusantara yang pernah berjaya di kawasan Suvarnadvipa.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya perwakilan Gubernur Provinsi Jambi, Bupati Muaro Jambi, Rektor Universitas Jambi, Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Rektor Universitas Batanghari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Kepala Kanwil Perbendaharaan Provinsi Jambi, Kepala KPPN Jambi, serta Kepala KPKNL Jambi. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan peradaban bangsa.

Pameran “Ziarah Suvarnadvipa” dirancang sebagai ruang edukatif dan reflektif yang menyoroti perjalanan intelektual serta spiritual masyarakat Nusantara di masa silam. Tidak hanya menampilkan artefak dan dokumentasi sejarah, pameran ini juga menyuguhkan berbagai pertunjukan seni yang sarat makna.

Salah satu karya yang paling menyita perhatian pengunjung adalah pertunjukan teatrikal “pohon gelondongan” oleh seniman Edi Bonetsky. Dalam art performance tersebut, Edi menyuarakan kritik ekologis sekaligus empati terhadap bencana alam yang kerap melanda Sumatera akibat kerusakan hutan dan eksploitasi alam yang berlebihan.

“Hari ini manusia sebenarnya harus mengajak pengetahuan kembali. Kalau ingin durian, harus menemui pohonnya. Dan kalau ingin membabat hutan, maka babatlah hawa nafsu terlebih dahulu… Ketika manusia bukan hanya mengambil buahnya, tetapi juga pohon dan bahkan berhektar-hektar hutan, di sanalah bencana mulai disemai,” ungkap Edi dalam refleksinya.

Ia menegaskan, penebangan hutan tanpa kendali telah menghilangkan fungsi alam sebagai penjaga keseimbangan. Akar-akar pohon yang dulu menahan tanah dan air kini telah tiada, menyebabkan banjir bandang dan kerusakan lingkungan pada pemukiman warga. Kayu-kayu yang dahulu berdiri tegak menjaga aliran sungai, kini justru terbawa arus menjadi ancaman bagi kehidupan.

Melalui karya performatifnya, Edi mengajak tubuh dan rasa untuk “mendengar” bunyi-bunyi peristiwa dari Muaro Jambi—bunyi hutan yang hilang, bunyi air yang mencari jalan sendiri, serta bunyi peringatan dari alam yang tidak lagi mampu menahan luka akibat keserakahan manusia.

Lebih dari sekadar pameran seni, “Ziarah Suvarnadvipa” dimaknai sebagai perjalanan batin dan kesadaran kolektif. Kegiatan ini menautkan hubungan antara manusia, alam, dan pengetahuan yang telah membentuk peradaban Nusantara sejak masa lampau. Keterlibatan masyarakat Muarajambi, seniman lokal, hingga seniman pendatang menjadi energi utama dalam membangun narasi visual yang menyentuh dan menggugah kesadaran bersama.

Kompleks Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi, yang dahulu menjadi pusat pembelajaran spiritual dan filsafat, kini kembali dihidupkan sebagai sumber inspirasi, refleksi, dan pembelajaran bagi generasi masa kini dan mendatang.

Melalui pameran ini, BPK Wilayah V berharap masyarakat semakin memahami arti penting pelestarian warisan budaya dan alam. Suvarnadvipa tidak hanya dikenang sebagai kejayaan masa lalu, tetapi juga sebagai pesan moral untuk menjaga bumi, merawat sejarah, dan menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan leluhur.

“Ziarah Suvarnadvipa” bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin untuk menghidupkan kembali kesadaran akan warisan peradaban dan tanggung jawab manusia terhadap alam dan budaya.***

Dw

Berita Terkait

Jangan Dianggap Sepele, Perempuan Dalam Masa Iddah Dilarang Dekati Lelaki Lain
Demo PETI di Polda Jambi Mendadak Batal, Dugaan Sogokan 25 Juta Dari Bos Tambang Ilegal Terkuak!!!
Dugaan Pelaku Pemerkosa Banyak Oknum Polisi Terlibat, Polda Jambi Harus Transparan 
Kuasa Hukum Korban Pemerkosaan di Jambi Tegaskan Tolak Damai: Fokus Ungkap Semua Pelaku
“Kuasa Hukum Putra Tambunan S.H., M.H., Desak Polda Jambi Usut Kasus Rudapaksa, Tranparansi,Minta Proses Hukum Jelas”
Labai Korok: Reformasi Polisi, Semua Harus Jadi Negarawan
Respons Cepat Polresta Jambi Saat ODGJ Ganggu Warga di Kota Baru
DISDIK JAMBI: Kuasa Hukum Serukan Bebaskan Wawan – Dijerat Tanpa Bukti, Penguasa Seolah Punya ‘Pelindung Khusus’!”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:07 WIB

Hebooh.!! Gugatan PMH Bupati Ke Tiga Instansi Dugaan Aset Pemda Disertifikatkan Jadi Milik Pribadi

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:43 WIB

Belasan Orang Diciduk, Polisi Temukan Barang Bukti Emas dan Sabu

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:35 WIB

Fokus Rawat Orang Tua Lagi Sakit, Andi Samudra Resmi Mundur Dari Jabatannya, Siapa Bakal Penggantinya.

Rabu, 25 Februari 2026 - 00:08 WIB

Heboh..!! Sidang Gugatan Muhammad Fadhil Arief, Benarkah Ada Temuan BPK Terkait Aset Pemda??

Rabu, 18 Februari 2026 - 07:50 WIB

PT.MMS Diduga Tak Penuhi Standar Pabrik Sawit, Limbah Dibuang ke Sungai Pilau Mencuat Sejak 2019

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:13 WIB

Panen Perdana Tembus 1,45 Ton Jagung, Program Satu Desa Satu Hektar

Senin, 16 Februari 2026 - 12:18 WIB

PANAS..!!! Bupati Batang Hari Gugat Sekda ke PN Muara Bulian, Bakeuda dan Inspektorat Ikut Terseret

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:08 WIB

Kasus Pencurian Masih Dominan, 100 Kasus Tuntas Ditangani Sepanjang 2025

Berita Terbaru

Batang Hari

Belasan Orang Diciduk, Polisi Temukan Barang Bukti Emas dan Sabu

Jumat, 27 Feb 2026 - 15:43 WIB