Letnan Dua Lebai Hasan Pahlawan Dari Bungo

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompi TKR Muara Bungo Untuk Kompi  II Yon Tanah Minyak Jambi Tahun 1947 “Hilangnya Letnan II Lebai Hasan”.

 

LANGITJAMBI,  BUNGO_ Maklumat Presiden RI tgl 5 Oktober 1945 maka BKR di bentuk menjadi TKR, atas perintah Komandan TKR Jambi Letkol Abundjani maka di tunjuk M. Thaib ry RH untuk membentumembentukk TKR muara bungo dan di muara Tebo di tunjuk Ramli Umar dan keduanya di berikan pangkat Kapten, maka kapten Ramli Umar dan kapten M. Thaib RH mengumpul semua Pewira Bintara didikan Jepang tahun 1943 yang ada di bungo dan tebo untuk menyusun unsur dari TKR di muara bungo dan muara tebo dengan susunan pimpinan dan staf sebagai berikut:

I. KOMPI TKR muara bungo adalah:

1. Letnan I Lebai Hasan sebagai Komandan kompi TKR muara bungo

2. Letmud Dahlan Hamzah sebagai Komandan seksi I

3. Letmud Husin Thalib sebagai komandan seksi II

3. Letmud M.Yusuf Lakaf sebagai Komandan Seksi III

4. Letmud Hoesin Saad sebagai Komandan Polisi Tentara/PT Seksi IV bungo-Tebo

5. Serma Ibrahim Syamsir sebagai wakil Komandan PT Seksi IV bungo tebo

6. Sersan Harun Saleh sebagai staf PT seksi IV Bungo tebo

7. Serma Ramli Taher sebagai Bintara pelatih

8. Serma Kandung sebagai tata usaha

9. Serma Husin Hasan sebagai bagian keuangan

10. Sersan Rd Ramadan sebagai sekretaris/adm

11. Sersan Ahmad Taam sebagai kurir

 

II. KOMPI TKR muara tebo sebagai berikut:

1. Kapten Sulaiman Efendi sebagai komandan TKR

2. Letnan I Somad Gerak sebagai wakil komandan TKR

3. Letmud Bahman Thaib sebagai Komandan seksi I

4. Letmud Ismail sebagai Komandan seksi II

5. Letmud M Syukur Pidin sebagai komandan seksi III

6. Serma khaidir Saad sebagai staf kompi TKR

7. Sersan Zaini gafur staf kompi TKR.

 

Setelah terbentuknya TKR muara bungo dan muara tebo kapten Ramli Umar di tarik ke markas umum TKR Jambi sedangkan kapten M. Thaib RH di tugaskan ke kompi TKR Kuala tungkal, mereka berdua tesebut adalah bekas dari komandan BKR muara bungo dan komandan BKR muara tebo yg telah melebur menjadi TKR.

 

Pada tgl 25 Januari 1946 TKR (Tentara Keamanan Rakyat) berubah nama menjadi TRI (Tentara Republik Indonesia), wilayah muara bungo ditetapkan sebagai kompi III batalyon III, maka di Angkatlah sebagai komandan kompi III TRI muara bungo yg pertama adalah Letnan I Lebai Hasan.

 

Pada tahun 1947 dalam menghadapi agresi Belanda pertama, di Jambi sangat kekurangan anggota pasukan TRI, maka ditugas kepada kapten Ramli Umar untuk membentuk kompi istimewa tanah minyak yang akan berkedudukan di tempino dan bayung lincir, maka dari muara bungo dikirim lah perwira dan Bintara tamtama untuk bergabung di kompi II yon tanah minyak sebanyak 100 Bintara/tamtama dengan 3 orang Pewira yaitu;

– Kapten Ramli Umar,

– Letnan I Said Abdullah

– Letnan I Lebai Hasan.

 

100 orang anggota Kompi istimewa dari muara bungo tersebut dilepas dari lapangan semagor muara bungo dalam upacara resmi dan meriah oleh masyarakat dan semua anggota pasukan TRI muara bungo, maka tercatat muara bungo waktu itu paling banyak menyumbangkan anggotanya utk membentuk kekuatan TRI di Jambi.

Maka mereka yg telah bergabung di kesatuan kompi II yon tanah minyak sejak tahun 1947 ini terus berjuang dan berkifrah di Jambi sampai agresi Belanda ke II tahun 1949 hingga penyerahan kedaulatan RI pada akhir Desember 1949.

 

Pada waktu agresi Belanda ke II tahun 1948, perwira dari TRI yg bergabung kedalaman kompi istimewa tanah minyak tersebut maka terpilih Act Letnan I Ramli Umar sebagai Komandan kompi II, letnan II Said Abdullah sebagai wakil komandan kompi dan letnan II Lebai Hasan sebagai komandan Pleton I. (Penurunan pangkat 1 tingkat berlaku karena kebijakan Re-Ra tahun 1948)

 

Kompi istimewa tanah minyak ini bertugas menjaga batas Demarkasi antara wilayah Republik dengan batas crease fire Belanda di bayung lincir, pada waktu pertempuran tersebut lah komandan pleton I kompi tanah minyak yaitu letnan II Lebai Hasan hilang bersama beberapa orang anak buah nya yaitu: Husin Arifin, Nawawi Rantau Duku, Hasan Turib dll serta anggota keluarganya.

 

Setelah penyerahan kedaulatan pada tahun 1949, Pemerintah berusaha mencari mereka, bebrapa kali orang mengaku sebagai letnan II Lebai Hasan, tetapi ketika di identifikasi ternyata bukan beliau dan sampai saat ini letnan II Lebai Hasan dkk serta keluarganya tidak diketahui keberadaannya.

 

Foto dokumen:

Letnan I Lebai Hasan Komandan Kompi TKR muara bungo 1945-1946.

Letnan I Lebai Hasan Komandan Kompi III TRI muara bungo 1946-1947.

Letnan I/ Letnan II Lebai Hasan (berlaku penurunan pangkat kebijakan Re-Ra 1948) komandan Pleton I Kompi II istimewa batalyon Tanah minyak Jambi berkedudukan di bayung lincir tahun 1947-1949.

 

Sumber: sejarah perjuangan rakyat bungo tebo 1945-1949

dan sejarah strategis perjuangan TNI daerah Jambi.

Berita Terkait

Natalena Dimutasi Ke Polda Jambi, Elfino Jabat Kapolres Bungo
PP.FC Juarai Turnamen Tropeo Karang Taruna Dusun Pematang Panjang, Teje Cell.FC Rantau Embacang Runner-up
Suana Tangis Haru Saat Dandim Pungky Tinggalkan Bungo
SMKN 6 Bungo Borong Prestasi, Raih The Best Participant dan Juara Nasional Video Dokumenter
Muhammad Daniel Koordinator LangitJambi.com Hadiri Acara Hari Pers Nasional 2026 Di Banten
Rahmat Arpison Anggota DPRD Kabupaten Bungo Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional Th. 2026
Warga Resah Maraknya Peredaran Narkotika Dikampung Lereng, Berharap Polisi Segera Bertindak
Camat Bersama Polsek Muko-Muko Bathin VII Gotong Royong Dukung Program Bupati, Jaga Kebersihan Lingkungan Dari Sampah
Berita ini 189 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:07 WIB

Hebooh.!! Gugatan PMH Bupati Ke Tiga Instansi Dugaan Aset Pemda Disertifikatkan Jadi Milik Pribadi

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:43 WIB

Belasan Orang Diciduk, Polisi Temukan Barang Bukti Emas dan Sabu

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:35 WIB

Fokus Rawat Orang Tua Lagi Sakit, Andi Samudra Resmi Mundur Dari Jabatannya, Siapa Bakal Penggantinya.

Rabu, 25 Februari 2026 - 00:08 WIB

Heboh..!! Sidang Gugatan Muhammad Fadhil Arief, Benarkah Ada Temuan BPK Terkait Aset Pemda??

Rabu, 18 Februari 2026 - 07:50 WIB

PT.MMS Diduga Tak Penuhi Standar Pabrik Sawit, Limbah Dibuang ke Sungai Pilau Mencuat Sejak 2019

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:13 WIB

Panen Perdana Tembus 1,45 Ton Jagung, Program Satu Desa Satu Hektar

Senin, 16 Februari 2026 - 12:18 WIB

PANAS..!!! Bupati Batang Hari Gugat Sekda ke PN Muara Bulian, Bakeuda dan Inspektorat Ikut Terseret

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:08 WIB

Kasus Pencurian Masih Dominan, 100 Kasus Tuntas Ditangani Sepanjang 2025

Berita Terbaru

Batang Hari

Belasan Orang Diciduk, Polisi Temukan Barang Bukti Emas dan Sabu

Jumat, 27 Feb 2026 - 15:43 WIB