LANGITJAMBI, JAMBI, 06 Januari 2026 Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi ke-69 menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen Masyarakat Bumi Melayu Sepucuk Jambi Sembilan Lurah terkhusus pemerintahan Daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah dan hasil pembangunan daerah.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jambi Riau HIMAJA Riau Fajar Nugraha, menyampaikan ucapan selamat sekaligus kritik konstruktif terhadap Pemerintah Provinsi Jambi yang dinilai belum mampu menghadirkan pembangunan secara merata dan berkeadilan.
“Kami mengucapkan selamat HUT Provinsi Jambi ke-69. Namun usia ini seharusnya menjadi cermin, apakah pembangunan benar-benar sudah dirasakan oleh seluruh masyarakat atau hanya terpusat di wilayah tertentu saja,” ujar Fajar.
HIMAJA menyoroti masih lebarnya ketimpangan pembangunan antarwilayah di Provinsi Jambi. Infrastruktur dasar, akses pendidikan, layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi rakyat di daerah pinggiran masih jauh dari kata optimal.
“Di usia hampir tujuh dekade, masih banyak masyarakat Jambi yang berhadapan dengan jalan rusak, fasilitas pendidikan yang minim, serta pelayanan kesehatan yang belum layak. Ini menandakan pembangunan belum berjalan secara adil,” tegasnya.
Lebih lanjut, HIMAJA menagih janji-janji Gubernur Jambi yang hingga kini belum terealisasi sepenuhnya. Menurut Fajar, rakyat tidak membutuhkan slogan atau program di atas kertas, melainkan kerja nyata yang bisa dirasakan langsung.
“Janji politik harus ditunaikan. Jangan sampai kepercayaan rakyat hanya dijadikan alat saat kontestasi, lalu dilupakan setelah berkuasa,” katanya.
Dalam pernyataannya, Fajar juga menyinggung kepemimpinan di daerah lain, salah satunya Gubernur Jawa Barat, yang dinilai lebih hadir dan responsif terhadap persoalan masyarakat.
“Kami melihat di Jawa Barat, gubernurnya secara nyata turun ke lapangan, mendengar keluhan rakyat, dan mengambil langkah cepat untuk membantu masyarakat. Ini menunjukkan bahwa keberpihakan kepada rakyat itu bisa dilakukan jika ada kemauan politik yang kuat,” ungkap Fajar.
HIMAJA menegaskan bahwa perbandingan ini bukan untuk membanding-bandingkan secara berlebihan, melainkan sebagai contoh bahwa kepemimpinan yang berpihak pada rakyat adalah sesuatu yang nyata dan bisa diwujudkan.
“Jambi juga bisa seperti itu, bahkan lebih baik, jika pemerintah serius mendengar suara rakyat dan berani menata ulang prioritas pembangunan,” tambahnya.
HIMAJA menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi kontrol sosial, mengawal kebijakan publik, dan menyuarakan kepentingan masyarakat Jambi.
“HUT ke-69 ini harus menjadi momentum perubahan. Pemerintah Provinsi Jambi wajib membuka ruang evaluasi, menepati janji, dan memastikan pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Jambi, bukan hanya segelintir pihak,” tutup Fajar.***












